GURU : Amanah atau Profesi….???

Menurut Pembaca sekalian Judul diatas waras ato tidak ?? mengingat yang menulis ini adalah seorang guru juga. GURU setahu saya adalah orang yang mulia baik dimata Tuhan ataupun mahluknya (dalam pengertian yang luas), kenapa mulia??? karena seseorang ketika di panggil dengan sebutan Guru atau dalam bahasa Naruto disebut Sensei adalah seorang dengan kemampuan dan kepribadian yang luar biasa sehingga dia bisa menjadi panutan oleh orang yang memanggilnya Guru/Sensei. Bagi orang yang menjadi muridnya kemampuan dan kepribadian guru adalah panutan yang pass buat dirinya untuk melangkah guna menggapai harapan dan cita-cita, hati-hati lho jadi guru, salah sedikit saja seorang guru menanamkan sebuah pemahaman ┬ákepada siswanya akan berakibat fatal, ada pepatah yang mengatakan “Guru kencing berdiri- Murid kencing berlari” dan pepatah itu bukan hanya isapan jempol kaki saja. Betapa besar pengaruh tuntunan dan didikan seorang guru yang akan dibawa oleh siswanya sampai kemudian hari kelak.

Pada saat sekarang ini menjadi Guru sedang menjadi trend, banyak sekali orang yang ingin sekali menjadi seorang Guru, kenapa???

  1. Apa gara-gara ingin punya murid ???
  2. Atau karena kerjanya mudah mentok jam 2 udah pulang??
  3. Atau pingin dapet tunjangan Sertifikasi???
  4. Atau latah saja (budaya orang Indonesia ketika melihat sebuah pekerjaan mudah dan dapet hasil lumayan ikut-ikutan deh) ???

Memang gampang-gampang susah untuk menjadi seorang Guru. Gampang kalau dibuat gampangan dan susah kalau dibikin susah.

Kembali kejudul diatas…. Menurut anda Sebagai Guru masuk kategori yang mana??

Bersambung lain kali aja yaa…

 

Melatih Otak Anak dengan “Brain Fitness”

KOMPAS.com – Tahukah Anda bahwa otak anak bisa dilatih untuk menjadi lebih tajam? Lecturer and Consultant BrainFit Studio Singapura, Regina Chin mengatakan, masih ada harapan untuk membuat kerja otak anak menjadi lebih baik. Salah satunya dengan memahami pentingnya brain fitness serta kognitif profil anak bagi orangtua. Hal itu disampaikannya dalam seminar parenting dan educators workshop “Different Child, Different Brain, Different Needs”, di Jakarta, beberapa hari lalu.

Baca Selengkapnya